Donald Trump Melarang TikTok, Mengapa?

Satzan - Presiden AS, Donald Trump memerintahkan pelarangan perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan ByteDance mulai bulan Oktober. ByteDance adalah perusahaan induk pemilik TikTok.

Perwakilan TikTok mengatakan "Kami terkejut dengan langkah tersebut yang datang tanpa proses hukum apapun". Hal ini tentunya sangat berisiko merusak kepercayaan bisnis global pada komitmen Amerika Serikat terhadap supremasi hukum. Tidak hanya itu, ini menjadi semacam contoh buruk atau preseden berbahaya untuk konsep kebebasan berekspresi dan pasar terbuka, ungkap dari perwakilan Tiktok yang dilansir oleh Mobile World Live.

TikTok berjanji akan melakukan upaya terbuka untuk mempertahankan dan memulihkan aplikasinya di AS. Tindakan hukum sekalipun akan ditempuh mereka.

Trump mengeluarkan perintah terhadap TikTok dan WeChat 6 Agustus, dengan pemblokiran perusahaan AS yang diperdagangkan melalui toko aplikasi, akan diberlakukan pada 20 September. Rincian lengkap dari transaksi yang dilarang akan dikeluarkan pada saat itu.

Dalam pemberitahuan kepada Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Trump menyatakan TikTok dan WeChat menangkap "sejumlah besar informasi dari penggunanya" yang dia klaim dapat diakses dan digunakan oleh Partai Komunis China untuk pemerasan, spionase perusahaan atau sensor konten.

Trump memberi tenggat waktu 45 hari kepada Microsoft untuk menyimpulkan potensi pengambilalihan operasi TikTok di AS dan pasar lain: batas waktu untuk ini adalah 15 September.

Secara terpisah, Senat AS menyetujui seruan untuk melarang TikTok dari perangkat yang digunakan oleh pejabat pemerintah, Dilansir dari Reuters melalui Mobile World Live.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama