Tiktok Menginvasi Amerika, Trump Setuju?

Satzan - Seperti diberitakan sebelumnya, Donald Trump selaku pemerintah Amerika memerintahkan pelarangan terhadap aplikasi TikTok beredar di Amerika. Hal ini tidak mengecilkan upaya ByteDance selaku pemilik TikTok untuk dapat memasuki wilayah pasar Amerika. Mereka sedang memikirkan langkah-langkah yang dapat ditempuh.

Upaya untuk menggandeng Oracle dan Walmart untuk menjadi mitra dilakukan. Namun begitu, ByteDance adalah pemegang kendali penuh atas kerjasama yang akan dilancarkan. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi setelah pengawasan AS atas masalah keamanan nasional dan mencegah penutupan. Oracle akan menjadi mitra data dan Walmart sebagai mitra komersialnya. ByteDance mengatakan, TikTok, Oracle dan Walmart akan menyelesaikan isu keamanan yang menjadi perhatian dari pemerintah Amerika.

Anggota dewan perusahaan baru akan terdiri dari CEO Walmart Doug McMillon, pendiri ByteDance Zhang Yiming dan direkturnya saat ini, yang mencakup perwakilan dari investor utama Sequoia China dan General Atlantic.

ByteDance menjelaskan laporan bahwa mereka akan membentuk dana pendidikan $ 5 miliar di AS tidak terkait dengan prediksi pajak untuk bisnis baru tersebut.
Perjanjian tersebut harus disetujui oleh pemerintah China, dengan ByteDance membutuhkan lisensi yang mencakup teknologi AI.

Richard Windsor, pendiri blog riset Radio Free Mobile , mengatakan sepertinya Oracle dan TikTok membuat konsesi yang cukup untuk lolos dari pemerintahan AS, tetapi ini mungkin terlalu berlebihan bagi China: “Saya tidak berpikir kesepakatan ini adalah slam dunk untuk disetujui oleh China, dan mungkin diperlukan lebih banyak bolak-balik."

ByteDance mengatakan akan memperluas kantor pusat TikTok Global di AS, menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan baru.

Bukanlah hal mudah untuk meluruhkan keputusan controversial Trump. Namun, bukankah sesuatu yang menguntungkan dua pihak ini sulit untuk ditolak?

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama